Beranda > css, html > CSS Compatibility Cross Browser

CSS Compatibility Cross Browser

Standard Compliance dan Quirks Mode pada halamanHTML.? Dua mode ini dapat terlihat dengan jelas jika Anda menggunakan Mozilla Firefox dan tambahan Add On Web developer.

Dua mode inilah yang menyebabkan browser membedakan proses rendering halaman HTML. Sebetulnya apa fungsi dari dua mode ini? Secara sederhananya dengan mode Standards Compliance yang dipadukan dengan CSS Resetter maka tampilan halaman website yang Anda buat dapat terlihat sama meskipun di akses dengan menggunakan browser yang berbeda.

Seorang web designer pemula biasanya tidak menyertakan baris di bawah ini kedalam file HTML nya sehingga browser menganggapnya sebagai Quirks Mode, dan akibatnya tampilan halaman akan berbeda jika di akses menggunakan browser yang berbeda.

<!DOCTYPE html PUBLIC “-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN” “http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd”>

Cukup sederhana, tambahkan baris di atas tersebut ke dalam halaman html Anda, dan browser akan mendeteksi halaman tersebut sebagai Standard Compliance Mode, dan membedakan proses rendering file HTML.

Selamat bereksplorasi.

Sumber : http://www.ilmuwebsite.com/tutorial-html/standards-compliance-quirks-mode-html

—————————————————————————————————————————-

Sudah menjadi pengetahuan yang umum jika masing-masing browser Internet memiliki style bawaan tersendiri, sebagai contohnya margin default atau padding default pada Internet Explorer itu memiliki nilai ?yang berbeda dengan Mozilla Firefox ataupun Chrome, contoh yang lain, unordered list default milik Internet Explorer memiliki style berbeda dengan style pada firefox. Sehingga seorang web designer seringkali direpotkan oleh hal ini, biasanya seorang web designer menggunakan javascript untuk mendeteksi user menggunakan browser apa, kemudian jika user menggunakan browser internet maka?javascriptmencocokkan stylenya dengan file berisi style khusus untuk internet explorer, begitu juga dengan mozilla firefox dan browser lain, file stylenya juga berbeda. Benar-benar merepotkan karena kita harus membuat style yang berbeda untuk browser yang berbeda. Tapi hasilnya sangat baik.
Penulis sendiri awalnya memang seperti itu, memang merepotkan. Tapi belakangan penggunaanCSS Reseter semakin populer digunakan, karena fungsinya sama baiknya dengan menggunakan file file yang berisi style yang berbeda menyesuaikan dengan browsernya. Dalam teknik pencocokan style, ketika user menggunakan internet explorer maka style yang digunakan pun biasanya dinamakan dengan ie.css, jika user menggunakan firefox maka style yang digunakan biasanya dinamakan dengan default.css, dan lain-lain sebagainya, dalam teknik css reset, kita cukup menggunakan satu buah file css saja, ?namun di tambahkan dengan barisan kode yang dapat mereset kondisi css, sehingga browser tidak memiliki nilai default dari style-style yang ada. Alias 0 (null).

Berikut adalah css reset yang biasa saya gunakan :

/* RESET */

html, body, div, span, applet, object, iframe,

h1, h2, h3, h4, h5, h6, p, blockquote, pre,

a, abbr, acronym, address, big, cite, code,

del, dfn, em, font, img, ins, kbd, q, s, samp,

small, strike, strong, sub, sup, tt, var,

b, u, i, center,

dl, dt, dd, ol, ul, li,

fieldset, form, label, legend,

table, caption, tbody, tfoot, thead, tr, th, td {

margin: 0;

padding: 0;

outline: 0;

font-size: 100%;

vertical-align: baseline;

background: transparent;

height: auto;

border-top-width: 0;

border-bottom-width: 0;

border-left-width: 0;

}

blockquote:before, blockquote:after,q:before, q:after {content: ”;content: none;}

blockquote, q {quotes: none;}

:focus {outline: 0;}

.clear {clear: both;display: block;height: 1px;overflow: hidden;margin: 0;padding: 0;}

ins {text-decoration: none;}

del {text-decoration: line-through;}

table {border-collapse: collapse;border-spacing: 0;}

ol, ul {list-style: none;}

body {background-color: white;background-position: center center;}

/* RESET */

Sebenarnya ada beberapa teknik reset yang digunakan, tapi penulis sendiri cenderung menggunakan css reset yang di atas. Anda tidak lagi direpotkan oleh perbedaan tampilan layout antara Internet Explorer dengan Mozilla Firefox atau yang lainnya. Sehingga hasilnya nanti tampilan css di firefox juga mirip dengan tampilan menggunakan browser internet yang lain. ?Selamat Mencoba.

Sumber : http://www.ilmuwebsite.com/tutorial-css/web-design-tips-css-reset

————————————————————————————————————————————–

Jika sudah seperti ini rasanya mau tidak mau seorang developer harus memperlakukan IE secara khusus, tentunya buang-buang waktu, tapi demi membuat sang bos senang, lebih baik gunakan saja cara ini.

Ketika masuk dalam tahapan proses styling menggunakan CSS, perlu ditambahkan barisan kode yang diletakkan di dalam tag <head> seperti ini :

<head>

<!–[if IE]>
<link rel=”stylesheet” type=”text/css” href=”all-ie-only.css” />
<![endif]–>

</head>

Hal ini digunakan untuk memperlakukan ie secara khusus, sehingga Anda membutuhkan 2 file css nantinya, satu untuk Internet Explorer, dan satu lagi untuk browser selain Internet Explorer,. Benar-benar membuang waktu bukan? Mau nggak mau… mau nggak mau.. mau nggak mau asal kumpul…😀 (*slank mode). Barisan kode tersebut memiliki arti, jika yang digunakan adalah browser Internet Explorer maka style yang diapit itu yang akan digunakan oleh browser untuk menampilkan layout webnya. Ada juga jenis yang lain :

<!–[if !IE]><!–>
<link rel=”stylesheet” type=”text/css” href=”not-ie.css” />
<!–<![endif]–>

Memiliki arti jika user menggunakan browser selain dari IE, maka gunakanlah file css tersebut.

Barisan kode tersebut digunakan didalam tag <html><head>. Ada pula bentuk lain, Anda bisa memasukkannya kedalam file cssnya langsung. Misalkan penulis memiliki kode seperti ini

<div id=”head”>
<img src=”http://www.ilmuwebsite.com/logo.png” />
</div>

Nah biasanya ketika akan memberikan style kepada <div id=”head”> kita cukup panggil id selectornya saja dalam file css-nya seperti ini :

#head{
height:200px;
}

Ketika memberikan style height kepada browser ie cukup tambahkan :
_height:200px;

Menjadi :
#head{
height:200px;
_height:200px;
}

Ayo di coba ayoo…

http://www.ilmuwebsite.com/tutorial-css/jamu-sehat-css-untuk-internet-explorer

Kategori:css, html
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: